Semangat Itu Penting, Mas…

بسم الله الرحمن الرحيم

Seperti biasa, kaki melangkah di pagi yang tampaknya cerah. Minggu pagi memang begitu spesial bagi banyak orang sibuk sepertiku. Masjid Kampus UGM, seperti biasa telah disambangi puluhan, bahkan mungkin ratusan orang. Mereka menyimak uraian tafsir dari sang Ustadz. Seperti biasa pula, ustadz telah hadir ketika kaki kananku terayun di masjid. Dengan kata lain, aku telat lagi….

Pagi ini dibahas tafsir surat Al-Haqqah. Pembahasan masih di ayat-ayat awal. Uraian yang begitu tuntas dari sang ustadz alumni sebuah universitas di tanah haram itu membuat kepala pantas terangguk. Membuka cakrawala yang lama tertutup oleh kesibukan yang membuat hati terlena. Memang, kita begitu cethil (pelit) untuk membagi waktu belajar agama.

Setelah mendengar penjelasan memuaskan dari sang ustadz, hadirin bersiap memasuki sesi tanya jawab. Senjata-senjata dibawa ke hadapan. Secarik kertas beserta sebatang pena yang lebih tajam dari pedang dikeluarkan. Akupun tertarik berbuat hal serupa. Ada sebuah pertanyaan yang ingin kutuliskan.

Berikutnya, satu per satu orang-orang maju, menuju meja guru (ustadz), meluruskan tangan yang kaku, menghantarkan kertas bertulis tanyu (editor : ‘tanya’ mas… Anda terlalu meksa). Sampai tibalah waktunya sang ustadz menjawab pertanyaanku.

Bagaimana metode pendekatan kepada objek dakwah, berapa lama perlu dilakukan ?

Tak kusangka jawaban tak seperti yang kuharap. Seakan-akan ketika aku mengharapkan datangnya Pak Polisi, tapi yang datang adalah supporter karate. Pak Ustadz menjawab,

Sebenarnya ada hal yang lebih penting daripada mengenal objek dakwah. Dahulu para sahabat diutus untuk berdakwah ke berbagai wilayah. Mereka tak mengenal wilayah itu. Bahkan, ada yang sampai ke Cina. Nah, tentu saja kita tahu bahwa saat itu da’i yang diutus tidak mengenal objek dakwahnya. Bahkan dia tidak memahami bahasa daerah setempat. Akan tetapi, dakwah berhasil disampaikan dan akhirnya diterima oleh masyarakat.

Ada satu hal yang harus diingat para da’i. Yang harus kita benahi saat ini adalah ruh dari da’i. Semangat yang ada pada diri da’i harus dikokohkan. Bagaimana seorang da’i benar-benar berdakwah. Dia menjadi da’i di masjid. Dia menjadi da’i pula di kampus. Menjadi da’i di sekolah, di bus, di tempat umum, di mana pun. Jadi, orang yang berdakwah harus memiliki semangat yang kokoh untuk melaksanakan tugasnya.

Alhamdulillah. Ana (ed: aku atau ana) jadi sadar. Untuk mencapai cita-cita kita memang harus bertindak. Cita-cita tanpa tindakan hanyalah khayalan. Kalau ingin lingkungan menjadi baik, kita harus melangkah. Meski hasilnya Allah Ta’ala sajalah yang menentukan, kita harus berbuat. Ketika ada orang-orang yang bersabar meneriakkan kebenaran, maka kebatilan akan sirna. Cepat atau lambat. Sekarang atau esok. Tapi jika tidak ada orang yang berani berkata benar, kebatilan tetap menyelimuti. Semacam inilah tafsir surat Ar-Ra’du ayat 17*.

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”(QS. Ar-Ra’du ayat 17)

A.   Maksud ayat:

1.   Allah menurunkan air hujan dari langit, sehingga lembah-lembah banjir menurut ukurannya dan banjir itu membawa buih yang terapung.

2.   Demikian juga dalam barang yang dibakar orang waktu membuat perhiasan atau alat-alat, terdapat buih yang semisalnya.

3.   Dengan dua kejadian itu Allah membuat perumpamaan antara barang yang hak dengan yang bathil.

4.   Buih – sebagai gambaran kebathilan – akan kering dan hilang musnah.

5.   Adapun barang yang bermanfaat bagi manusia – yakni kebenaran – akan tetap tinggal di bumi.

6.   Dengan itu semua Allah membuat banyak perumpamaan.

B.   Pengertian yang bisa diambil darinya:

1.   Sebenarnya di sekeliling manusia ini amat banyak yang bisa dijadikan peringatan bagi manusia.

2.   Walaupun pada suatu masa kelihatan seolah-olah kebenaran itu dikalahkan oleh kebathilan, tetapi pada akhirnya kebenaran juga yang akan tetap/unggul.

3.   Orang yang hanya berpegang pada segala yang dhohir atau nampak ini, akan tertipu dan menyesal dibelakang hari.

4.   Orang yang beriman perlu sabar apabila pada suatu waktu mengalami tekanan-tekanan musuh atau kelihatan seolah-olah mengalami kekalahan, karena pada akhirnya kemenangan itu akan Allah berikan.

5.   Dalam berdakwah, orang boleh menyampaikan perumpamaan yang sekiranya mudah difaham pendengar, lebih-lebih jika perumpamaan itu dari Al-Qur`an/Hadits.

Semoga Allah Ta’ala memberi hidayah kepada kita untuk teguh di atas Al-Islam, menjadi hamba-Nya yang dirahmati, dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya.

Catatan:

Dakwah Islamiyah bahkan sampai ke Indonesia. Sungguh menyakitkan jika mendengar bahwa dakwah Islam ke Indonesia dilakukan sambil berdagang. Apakah benar begitu? Semoga para penyiar kebenaran yang telah meninggalkan kita tidak mendengarnya. Kita katakan mereka datang ke Indonesia bukan untuk berdagang. Mereka datang untuk menyebarkan Al-Islam ini. Mereka tidak datang untuk urusan bisnis. Kecuali bisnis dengan Allah Ta’ala.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (QS. Ash-Shaff ayat 10-11).

* Dari buku tafsir Ust. Shidiq.

Iklan
  1. kata pepatah kan Al I’timadu ‘alaanNafsi AsasunNajah..(percaya Diri/semangat adalah kunci keberhasilan).
    nice post.ditunggu kunjungan baliknya.

    • wildan
    • Juni 8th, 2010

    artikelnya bagus….
    numpang ngopy

    • paijo
    • Juni 8th, 2010

    bagus dan umpang ngopy

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: