Aku Egois

بسم الله الرحمن الرحيم

Duhai, cukup orang beramal karena Allah saja

Jangan khawatir orang di sekitarnya

Cukup orang beramal karena Allah saja

Jikalau benar, tentu sempurna

Pagi ini aku harus sholat

Ini adalah perintah Rabb-ku

Aku harus melakukannya

Meskipun yang lain tidak

Aku egois

Hari ini aku harus mengaji

Inilah perintah Rabb-Ku

Aku harus tadabbur Al-Qur’an

Meskipun yang lain tidak

Aku egois

Aku harus berbuat baik kepada ayah-ibu

Inilah ajaran agamaku

Aku harus begini

Meskipun yang lain tidak

Aku egois

Aku harus berbaik terhadap tetangga

Inilah ajaran Rasulku

Inilah tanda kesempurnaan imanku

Aku harus begini

Meski yang lain tidak

Aku egois

Saat saudara di sana didzolimi

Aku harus membantunya

Aku tak boleh diam saja

Ini perintah Nabiku

Meski yang lain tak bersuara

Aku egois

Saat saudaraku berbuat dzolim

Aku harus membantunya

Dengan cara mencegahnya

Itulah titah Nabiku

Begitulah seharusnya

Meski khalayak diam saja

Aku egois

Saat saudaraku memberi salam

Aku harus menjawabnya

Itulah haknya atasku

Aku harus menjawabnya

Meski yang lain diam

Aku egois

Saat saudaraku meminta nasehat

Aku harus menasihatinya

Itulah haknya atasku

Kalau tidak, aku bisa dimurkai Rabb-ku

Sepantasnya kulakukan

Aku egois

Saat saudaraku sakit

Seharusnya dia kujenguk

Itulah perintah Nabiku

Jika tidak, jadi apa aku

Sepantasnya kulakukan, meski sendirian

Aku egois

Saat tetanggaku kelaparan

Aku tak pantas makan kenyang

Aku harus membantunya

Inilah wasiat nabiku

Aku takut diadzab Rabb-Ku

Aku egois

Saat datang seorang peminta

Sedang aku berpunya

Sepantasnya kusedekah padanya

Inilah ajaran Islam

Aku harus melakukannya

Meski yang lain tidak

Aku egois

Saat ada kemunkaran

Tak pantas aku diam

Aku harus mencegahnya

Inilah perintah Rasul

Kulakukan hanya untuk Rabb-ku

Meskipun aku sendirian

Aku egois

Aku egois

Aku hanya ingin diridhai Rabb-ku

Aku tidak peduli apa kata orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku shalat

Aku egois

Aku hanya ingin rahmat Rabb-ku

Aku tidak peduli pikiran orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku belajar Al-Qur’an

Aku egois

Aku takut adzab Rabb-ku

Aku tidak peduli pendapat orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku berbuat baik kepada ayah-ibu

Aku egois

Aku hanya ingin balasan Rabb-ku

Aku tidak peduli pikiran orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku berbuat baik kepada tetangga

Aku egois

Aku hanya ingin diridhai Rabb-ku

Aku tidak takut cercaan orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku menolong saudaraku yang didzolimi di sana

Aku egois

Aku hanya ingin diridhai Rabb-ku

Aku tidak takut dibenci orang

Yang penting aku diridhai

Maka kucegah saudaraku yang berbuat dzolim

Aku egois

Aku hanya ingin diridhai Rabb-ku

Biarlah apa kata orang

Yang penting aku diridhai

Maka aku menjawab salam saudaraku

Aku egois

Aku hanya minta balasan Rabb-ku

Entahlah pikiran orang

Yang penting aku diridhai

Saudaraku meminta nasehat

Aku harus menasehatinya

Aku egois

Aku hanya ingin diridhai Rabb-ku

Apapun kata khalayak

Yang penting aku masuk surga

Saudaraku sedang sakit

Haknya adalah kujenguk

Aku egois

Tujuanku hanyalah Rabb-ku

Apapun kata orang

Yang penting aku diridhai

Ternyata tetanggaku kelaparan

Di rumahku ada

Aku memberinya makanan

Aku egois

Aku hanya mengharap balasan-Nya

Biarlah orang tak suka

Yang penting aku masuk surga

Ada seorang miskin meminta

Aku mampu memberi

Lalu aku memberinya

Aku egois

Aku takut murka Rabb-ku

Meski aku sendirian

Yang penting aku diridhai

Saat ada kemunkaran

Aku harus mencegahnya

Sesuai daya yang kupunya

Aku egois

Saudaraku yang sakit kujenguk

Orang yang didzolimi kutolong

Yang berbuat dzolim kucegah

Yang kelaparan kuberi makan

Tetanggaku tak kuganggu

Hak saudaraku kutunaikan

Peminta-minta mendapat kebutuhannya

Padahal aku egois

Duhai, cukup orang beramal karena Allah saja

Jangan khawatir orang di sekitarnya

Cukup orang beramal karena Allah saja

Jikalau benar, tentu sempurna

Di antara manusia, ada yang kehilangan arah. Setelah beramal, dia merasa hasilnya tak maksimal. Mulailah mencari kilah. Hingga akhirnya dia mendapatkan suatu cara. Ternyata melanggar larangan Allah. Akan tetapi dia tidak peduli. Dia telah diperbudak ‘tujuannya’. Ternyata tujuannya bukan ridha Allah. Dia memiliki target pribadi. Padahal Allah tidak membebaninya.

Ada pula manusia lainnya. Dia pun merasa hasil perjuangannya tak maksimal. Akan tetapi, dia bertawakkal. Sebenarnya segala cara ditempuhnya. Tentu hanya yang halal. Dia tidak berani menerjang larangan Rabb-Nya. Tujuannya hanya ridha Allah. Amalnya hanya untuk itu. Meski dia ingin hasil yang lebih baik. Ia tidak ingin menghalalkan segala cara. Ia takut cara itu menjadi penghalang ridha Rabb-Nya. Cukup dia beramal ‘sederhana’. Barangkali lain waktu, orang lain diberi hasil sempurna. Dia bertawakkal.

Oh, ternyata aku harus menyematkan tanda tanya

Mengikut kata-kata ‘aku egois’


Alhamdulillah

Laa haula walaa quwwata illaa billaah.(abh)

Yogyakarta, 21 Rajab 1431

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: