Ucapan Ulang Tahun Bukan Basa Basi

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabil’alamin. Alladzi allafa baina quluubil mu’minin.

Asyhaduallaa ilaaha illallah, wa anna muhammadar rasulullah. Allahumma shalli wa sallim ‘ala Muhammad…

Sebuah prinsip yang diajarkan; kami ridha Islam sebagai dien/agama. Yang dimaksud dengan dien adalah ideologi/tatanan hidup. Artinya seorang yang muslim menjadikan segala amalannya diatur dengan Islam. Dia melaksanakan yang diperintahkan dalam Islam dan meninggalkan yang dilarang di dalamnya. Kita telah sepakat bahwa dien al-Islam adalah dien yang sempurna. Tidak berlebihan, apalagi kekurangan. Muatannya pas, cocok diterapkan di segala tempat setiap waktu. Seseorang tidak boleh mengada-ada dalam urusan agama. Di sisi lain dia juga tidak boleh beriman dengan sebagian risalah dan mengingkari sebagian lainnya.

Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur segala hal yang dapat mengantarkan manusia kepada keridhoan Allah. Islam juga mengatur bagaimana interaksi seseorang dengan orang-orang di sekitarnya. Islam juga mengatur cara berbuat baik kepada orang lain.

Mungkin bermaksud mempererat persahabatan dan membahagiakan teman…

“dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfaal:63)

Ada sebuah pelajaran dari ucapan seorang yang baru masuk Islam. "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, demi Allah, dahulu tidak ada wajah di atas bumi ini yang lebih aku benci selain wajahmu, namun sekarang wajahmu menjadi wajah yang paling aku cintai dari pada yang lain, dan demi Allah, dahulu tidak ada agama yang lebih aku benci selain dari agamamu, namun saat ini agamamu menjadi agama yang paling aku cintai di antara yang lain, demi Allah dahulu tidak ada wilayah yang paling aku benci selain tempatmu, namun sekarang ia menjadi wilayah yang paling aku cintai di antara yang lain, sesungguhnya utusanmu telah menangkapku dan aku hendak melaksanakan umrah, bagaimana pendapatmu….”(HR. Al-Bukhari)

Demi Allah, begitu mudah bagi-Nya menyatukan hati-hati yang terpisah. Tidak sulit bagi Allah membuat dua orang yang tadinya bermusuhan menjadi berteman. Mudah pula bagi Allah menjaga hubungan mereka. Dialah yang membolak-balik hati. Sedangkan manusia tidak mampu menjaga hati, sekedar yang dimilikinya sekalipun.
Di sisi lain, mudah pula bagi Allah menjadikan sahabat dekat menjadi musuh satu sama lain. Tidak sulit bagi Allah menciptakan perselisihan dalam hati mereka. Bukankah kisah tentang Soekarno & Moh Hatta sudah sangat terkenal? Bukankah dulunya mereka sahabat dekat? Akan tetapi, akhirnya mereka berselisih.

Allah-lah yang menyatukan hati. Maka lihatlah dan saksikan bahwa hanya Allah yang mampu melakukannya. Dialah yang membolak-balikkan hati manusia. Jadi, semuanya kembali kepada Allah Ta’ala. Kesudahan tidak ditentukan oleh usaha manusia semata. Ada orang-orang yang menempuh jalan haram untuk mendapatkan suatu rizqi. Padahal, rizqi itu memang ditakdirkan untuknya. Di sisi lain, ada pula orang yang menjemput rizqi yang ditakdirkan baginya dengan cara halal yang diridhoi Allah.

Jadi, yang perlu kita perhatikan adalah yang kita lakukan. Kami mengajak kalian melihat sikap agama ini.

Bagaimana Islam Memandang Perayaan Ulang Tahun

Kami mengajak kalian melihat sikap agama ini.

Seorang syeikh ditanya : Apakah perayaan ulang tahun anak termasuk tasyabbuh (tindakan menyerupai) dengan budaya orang barat yang kafir ataukah semacam cara menyenangkan dan menggembirakan hati anak dan keluarganya ?
Jawaban.
Perayaan ulang tahun anak tidak lepas dari dua hal ; dianggap sebagai ibadah, atau hanya adat kebiasaan saja. Kalau dimaksudkan sebagai ibadah, maka hal itu termasuk bid’ah dalam agama Allah. Padahal peringatan dari amalan bid’ah dan penegasan bahwa dia termasuk sesat telah datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

“Artinya : Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan berada dalam Neraka”.

Namun jika dimaksudkan sebagai adat kebiasaan saja, maka hal itu mengandung dua sisi larangan.

Pertama.
Menjadikannya sebagai salah satu hari raya yang sebenarnya bukan merupakan hari raya (‘Ied). Tindakan ini berarti suatu kelalancangan terhadap Allah dan RasulNya, dimana kita menetapkannya sebagai ‘Ied (hari raya) dalam Islam, padahal Allah dan RasulNya tidak pernah menjadikannya sebagai hari raya.

Saat memasuki kota Madinah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati dua hari raya yang digunakan kaum Anshar sebagai waktu bersenang-senang dan menganggapnya sebagai hari ‘Ied, maka beliau bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha”

Kedua.
Adanya unsur tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Allah. Budaya ini bukan merupakan budaya kaum muslimin, namun warisan dari non muslim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”
Kemudian panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalanya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan ‘ Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadangkala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk –semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana amat teguh” [Al-A’raf : 182-183]
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah labih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka adzab yang menghinakan” [Ali-Imran : 178]
[Fatawa Manarul Islam 1/43]

 
KESIMPULAN
Kami khawatir, penyebaran kartu ucapan termasuk pembahasan ini (bagian dari perayaan ulang tahun).
Kalau ada yang menganggap hal ini main-main belaka, biarkan kami berpaling dari yang sia-sia.
Kalau masih ada yang menganggap ini amal sholeh, biarlah kami memburu ladang amal lainnya.
Cukup bagi kami, syariat Allah…

Ada contoh yang baik dalam kisah Umar bin Khattab. Telah diceritakan bahwa Umar mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata, "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." Dia berkata, "Kemudian Umar menciumnya (Hajar Aswad)." (Riwayat Ahmad no 358).

Banyak cara mempererat ukhuwah yang diajarkan oleh Islam. Mudah bagi kita mencari tahu tentangnya.

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad:17).

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin
Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: