Posts Tagged ‘ dakwah ’

Menilik Ketajaman Lisan Nabi – Tips Menjadi Pembicara Hebat

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika kita mau jujur, ada sensasi tersendiri dengan kalimat-kalimat berbahasa Arab. Utamanya Al-Qur’an dan hadits, karena itulah yang paling lekat dengan kita. Padatnya lafadz dengan mampatnya makna menghapus kebanggaan bahasa Indonesia terkadang boros kata-kata. Bukankah begitu? Coba rasakan perbedaan antara sebuah hadits dengan sebuah kalimat definisi berbahasa Indonesia. Biasanya, hadits padat, singkat, maknanya sungguh dalam. Sedangkan bahasa kita, terkesan menghambur kata-kata.

‘Ala kulli haal, para ulama’ telah menerangkan bahwa Rasul kita dikaruniai jamii’ul kalam. Ianya adalah istilah dari ulama’ bagi kemampuan istimewa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal kemampuan berbicara. Pembicaraan rasul sangat padat, ringkas, mudah diingat, serta fasih.

Di samping itu, bila kita kaji lebih jauh, dapat kita temukan harta karun mengagumkan untuk manajemen kata-kata. Benarlah demikian, karena beliaulah teladan kita. Segala sunnah/adatnya pantas kita tiru. Sejak bangun tidur, hingga tidur kembali. Sesiapa yang mengikuti sunnahnya, dia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sedangkan orang-orang yang meremehkannya, dia telah melewatkan bagian besar kebaikan.

Sahabat, marilah kita gali dan temukan mutiara indah dari untaian kata-kata yang mengalir dari lisan qudwah kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hikmah itu dapat kita temukan dalam lafadznya, maknanya, maupun dalam hal lainnya. Maka lihatlah contohnya.

1. Kecerdasan Menjawab Pertanyaan

    Suatu hari seorang sahabat nabi pulang dari Baca lebih lanjut

    Iklan

    Doakan Aku Tegar

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Ada fenomena menarik di sekitar kita. Entah ini hanyalah pandangan sempit belaka, atau memang fakta adanya. Konon, era tahun 80-an adalah zaman yang ‘nggak enak’ buat aktivis. Jauh berbeda dengan saat ini. Zaman itu, banyak halangan dakwah. Untuk mengadakan ta’lim kecil-kecilan saja harus siap berurusan dengan aparat. Sebelum mengisi khutbah jum’at – katanya – seorang khatib harus menyetorkan teks khutbah kepada aparat. Pembicaraan pun sangat terbatas. Dakwah begitu terkekang saat itu.

    Berputar mendekati 180 derajat darinya, sekarang majelis ta’lim bertaburan di mana-mana. Hadirin variatif dari segala usia.Majelis-majelis kecil menghiasi masjid-masjid besar. Mubaligh tidak perlu menyetor teks khutbah ke ‘lembaga sensor’. Dakwah – khususnya ceramah –  bisa dilakukan oleh siapa saja yang berkompeten.

    Wahai para pejuang, bergembiralah dan bersabar …

    Perkembangan dakwah berimbas pada metode dakwah. Muslimin semakin kreatif mengemas dakwah. Kajian dibalut lembaran inovasi. Akan tetapi kalau tidak hati-hati Baca lebih lanjut

    Assalamu’alaikum Made in Java

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Segala puji bagi rabb semesta alam. Dialah yang telah menyatukan hati-hati orang-orang yang beriman. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan-Nya kepada guru besar kita, rasul kita, Muhammad Rasulullah.

    ternyata sekedar mengucapkan salam pun terkadang kita melakukan kesalahan. Masya Allah…

    Sebuah syiar yang luar biasa telah mewarnai alam ini. Suara hati pelebur nurani, memalingkan keangkuhan. Dia mengingatkan makhluk kepada Zat Pemberi keselamatan. Pupuk benih cinta di hati ummat. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Itulah penghormatan yang begitu indah. Berisi do’a untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رَوَهُ مُسْلِمُ)

    Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman (secara sempurna) kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu.” (HR. Muslim no 81)

    Nah, lewat tulisan ringan ini, mari kita bahas tentang cara pengucapan salam. Kita tentu sudah mengetahui keutamaan salam. Barangkali pembicaraan kita bisa mbleber ke pembicaraan lain.

    Baca lebih lanjut

    Semangat Itu Penting, Mas…

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Seperti biasa, kaki melangkah di pagi yang tampaknya cerah. Minggu pagi memang begitu spesial bagi banyak orang sibuk sepertiku. Masjid Kampus UGM, seperti biasa telah disambangi puluhan, bahkan mungkin ratusan orang. Mereka menyimak uraian tafsir dari sang Ustadz. Seperti biasa pula, ustadz telah hadir ketika kaki kananku terayun di masjid. Dengan kata lain, aku telat lagi….

    Pagi ini dibahas tafsir surat Al-Haqqah. Pembahasan masih di ayat-ayat awal. Uraian yang begitu tuntas dari sang ustadz alumni sebuah universitas di tanah haram itu membuat kepala pantas terangguk. Membuka cakrawala yang lama tertutup oleh kesibukan yang membuat hati terlena. Memang, kita begitu cethil (pelit) untuk membagi waktu belajar agama.

    Setelah mendengar penjelasan memuaskan dari sang ustadz, hadirin bersiap memasuki sesi tanya jawab. Senjata-senjata dibawa ke hadapan. Secarik kertas beserta sebatang pena yang lebih tajam dari pedang dikeluarkan. Akupun tertarik berbuat hal serupa. Ada sebuah pertanyaan yang ingin kutuliskan.

    Berikutnya, satu per satu orang-orang maju, menuju meja guru (ustadz), meluruskan tangan yang kaku, menghantarkan kertas bertulis tanyu (editor : ‘tanya’ mas… Anda terlalu meksa). Sampai tibalah waktunya sang ustadz menjawab pertanyaanku.

    Bagaimana metode pendekatan kepada objek dakwah, berapa lama perlu dilakukan ?

    Tak kusangka jawaban tak seperti yang kuharap. Seakan-akan ketika aku mengharapkan datangnya Pak Polisi, tapi yang datang adalah supporter karate. Pak Ustadz menjawab,

    Baca lebih lanjut