Posts Tagged ‘ politik ’

Andai Kekuasaan Begitu Penting

بسم الله الرحمن الرحيم

Saat itu, Mekah masih mencekam. Tirani penyiksaan mewarnai kota tua itu. Ada dua golongan yang berseteru. Di antara keduanya adalah para pembesar yang mencintai kedudukannya. Para pembesar itu dimuliakan di masyarakat. Ketika terjadi perseturuan, merekalah yang menghakimi. Di antara mereka adalah Abul Hakam (bapak kebijaksanaan). Nantinya orang memanggilnya Abu Jahal (bapak kebodohan). Di pihak lain, ‘dipimpin’ oleh seorang terhormat. Dia juga dari keturunan Quraisy. Ayah dan kakeknya tersohor dan dihormati. Tidak ada seorangpun di Jazirah Arab meragukan akhlaqnya. Semua percaya dia tidak pernah berdusta. Dialah Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Yang mengikutinya hanya segelintir orang. Rasul dan pengikutnya sangat tertekan. Hari-hari diwarnai pentas penyiksaan. Jangan tanya betapa pedih luka mereka. Engkau tak perlu bertanya kepada Bilal, berapa panas tanah gurun Mekah. Tubuhnya bagai kacang sangrai. Engkau pun tak perlu bertanya, seterik apa matahari yang memanggang punggungnya. Jangan pula kau bertanya seberapa berat batu menimpa punggungnya.

Ada pula kisah Khabbab bin Art. Dirinya seorang budak. Suatu hari, sang tuan menyiksa si tegar itu. Jika saudaranya Bilal disiksa dengan panggangan matahari dan gurun pasir, maka Khabbab disiksa dengan api yang membakar. Sebuah luka yang mengerikan terpatri di punggungnya. Janganlah kau tanya betapa sakitnya. Tahukah engkau, siapakah yang memadamkan api pembakar punggungnya? Api itu padam dengan nanah yang mengalir akibat luka. Nanah yang mengalir karena keimanan.
Baca lebih lanjut

Iklan