Posts Tagged ‘ tauhid ’

MENGAPA KITA MENOLAK DEMOKRASI?

بسم الله الرحمن الرحيم

Diringkas dan disarikan dari Mushtholahât wa Mafâhîm karya Syaikh ‘Abdul Âkhir Hammâd al-Ghunaimî hafizhahullâhu

Risalah ini adalah sebuah diskusi ilmiah seputar permasalahan demokrasi dan bagaimana sikap Islam terhadapnya. Yang mendorong saya menulis risalah ini adalah adanya artikel-artikel yang ditulis oleh al-Ustadz Fahmî Huwaidî (salah seorang kolumnis dan penulis senior dan terkenal di Mesir, pen.) yang mengajak untuk berkompromi dengan demokrasi, ketimbang menentang dan mengabaikannya.

Awal mulanya, ada salah satu artikelnya yang menunjukkan bahwa dirinya menganggap Islam itu dizhalimi ketika ada yang beranggapan bahwa Islam itu bertentangan dengan Demokrasi, dan pada akhirnya, artikelnya tersebut menunjukkan pengingkarannya terhadap aktivis muslim yang menolak demokrasi dan menganggap penolakan mereka ini sebagai suatu hal yang syâdz (aneh/ganjil) terhadap seruan Islam secara umum.

Oleh sebab isu demokrasi ini merupakan salah satu hal yang tengah diperbincangkan di dunia Islam dan banyak sekali perdebatan mengenainya akhir-akhir ini, disamping juga adanya orang yang memutlakkan pendapatnya bahwa Islam itu identik dengan sistem demokrasi, bahkan mereka beranggapan bahwa menentang demokrasi itu adalah suatu hal yang syâdz, maka hal ini perlu dikritisi dan dijelaskan. Saya memandang perlunya untuk membantah beberapa hal yang cukup urgen di sini, yang terangkum dalam beberapa poin berikut ini :

1. Penjelasan sikap yang syar’î terhadap demokrasi beserta bukti dan dalil-dalilnya.
2. Penjelasan bahwa sikap menolak demokrasi ini apakah termasuk sikap yang diserukan kaum muslimin secara umum ataukah sikap yang aneh/ganjil
3. Demokrasi itu merupakan sisi lain dari kediktatoran.
Baca lebih lanjut

Aku Egois

بسم الله الرحمن الرحيم

Duhai, cukup orang beramal karena Allah saja

Jangan khawatir orang di sekitarnya

Cukup orang beramal karena Allah saja

Jikalau benar, tentu sempurna

Pagi ini aku harus sholat

Ini adalah perintah Rabb-ku

Aku harus melakukannya

Meskipun yang lain tidak

Aku egois

Hari ini aku harus mengaji

Inilah perintah Rabb-Ku

Aku harus tadabbur Al-Qur’an

Meskipun yang lain tidak

Aku Baca lebih lanjut

Mengapa Salam Sejahtera

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillahirobbil’alamin. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in.

Masya Allah… Ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita terkadang sembrono dengan kata-kata. Ada kalimat yang berat di sisi aqidah, namun kita remehkan, seakan  basa-basi semacam itu tidak akan diperhitungkan.

Segala puji kita haturkan kepada Rabb kita, Allah subhanahu wa ta’ala. Dialah yang mengutus para nabi dan rasul. Dialah yang telah mengutus Ibrahim. Dia pula yang mengajarinya tauhid, setelah ‘bergonta-ganti’ keyakinan. Dialah yang menunjukinya kepada kebenaran.

Maha suci Allah yang telah mengokohkan keimanan Ibrahim. Ibrahim remaja telah berhasil menyedot perhatian orang sekampungnya. ‘Tingkahnya’ bagai petir di siang bolong. Dan kita semua sudah tahu kisahnya tentang penghancuran berhala. Dia berani beradu argumen dengan Namrudz yang akan menghukumnya. Namrudz sungguh murka atas perbuatan Ibrahim. Akan tetapi kemudian Ibrahim merobohkan kecongkakan kaum-kaumnya yang kafir dengan ‘argumen ringan’.

Baca lebih lanjut

Ini Aku >> Namaku Syahadah

بسم الله الرحمن الرحيم

Aku diberi nama Syahadah, ringkas dan mudah bunyinya. Namun maknanya sangat besar, suatu yang berharga bagi sebagian manusia yang sadar akan wujud dirinya. Aku dididik dalam keluarga yang harmoni, ayahku bernama Muslim Bin Hanif. Manakala ibuku bernama Amanah Binti Taklif. Jadi jelaslah aku ini sebagai seorang islam kalaupun dalam kartu pengenalku perkataan islam tidak tertera. Tetapi aku berbangga mengumumkan kepada dunia status keislamanku.

Keluarga kami berasal dari timur tengah, datuk dan nenekku orang perantau. Mereka selalu merantau dengan membawa bermacam surat dan berita. Mereka bukanlah tukang pos bukan pula wartawan tetapi mereka saudagar yang suka bercerita tentang kebenaran. Kadangkala bila aku menceritakan kaum kerabatku, banyak yang serius mendengar bahkan ingin menjadi keluargaku. Namun begitu, ada juga setengah pihak merasa keluargaku penyekat kemajuan, bahkan kalau bisa mereka ingin saja menyisihkan keluargaku yang harmoni ini dari masyarakat setempat.

Baca lebih lanjut